Sebuah Curhat Jujur Tentang “Crawled – Currently Not Indexed”
Saya tidak marah. Saya cuma bingung. Dan sedikit… kecewa.
Bayangkan kamu sudah menulis dengan niat baik. Judul dipikirkan. Paragraf dirapikan. SEO disiapkan. Bahkan kamu rela begadang sambil mikir keyword, internal link, struktur H1 sampai H3.
Lalu Google datang, membuka pintu sebentar, melihat-lihat… dan pergi tanpa pamit.
Statusnya cuma satu kalimat dingin:
Crawled – Currently Not Indexed
Rasanya seperti:
“Sudah saya baca. Tapi ya… nanti dulu.”
_________________________________________________________________
Saat Google Datang Tapi Tidak Masuk Rumah
Secara teknis, status Crawled – Currently Not Indexed artinya Google sudah mengunjungi halaman kita, tapi memutuskan tidak memasukkannya ke indeks.
Bukan error.
Bukan penalti.
Lebih menyakitkan dari itu.
Ini penolakan halus.
Seperti pesan yang dibaca tapi tidak dibalas.
________________________________________________________________
Kesalahan Pertama Saya: Terlalu Ingin Disukai Google
Saya akui.
Saya terlalu ambisius.
Artikel saya rapi. Terlalu rapi.
Kalimatnya bersih. Terlalu bersih.
SEO-nya patuh. Terlalu patuh.
Sampai akhirnya tulisan saya terasa seperti:
-
aman
-
netral
-
tidak salah
-
tapi… tidak berjiwa
Google mungkin berpikir:
“Artikel ini benar. Tapi kenapa rasanya seperti sudah pernah saya lihat 1.000 kali?”
_______________________________________________________________
Masalah Teknis yang Sering Terjadi Tapi Jarang Disadari
Mari jujur sebentar. Emosi penting, tapi teknis tetap harus dibuka.
Beberapa alasan kenapa Google memilih tidak mengindeks:
1. Konten Terlalu Mirip dengan Artikel Lain di Blog Sendiri
Ini penyakit blogger produktif.
Judul beda.
Isi mirip.
Sudut pandang sama.
Google melihatnya bukan sebagai konsistensi, tapi redundansi.
2. Artikel Terlalu Pendek atau Terlalu Umum
Bukan soal jumlah kata.
Tapi soal nilai baru.
Jika artikel hanya menjawab “apa itu” tanpa pengalaman, tanpa emosi, tanpa sudut pandang pribadi, Google tidak punya alasan kuat untuk menyimpannya.
3. Struktur Terlalu SEO, Kurang Manusia
Paragraf kaku.
Kalimat seperti robot.
Keyword muncul rapi tapi dingin.
Ironisnya, saat kita terlalu fokus pada algoritma, kita justru kehilangan pembaca. Dan Google tahu itu.
4. Blog Masih Baru, Tapi Terlalu Percaya Diri
Ini pahit, tapi nyata.
Blog baru yang langsung ingin tampil “paling ahli” sering dicurigai. Google butuh waktu untuk percaya. Ia ingin melihat jejak manusia, bukan hanya optimasi.
_______________________________________________________________
Hal yang Tidak Dikatakan Google Tapi Sangat Berpengaruh
Google tidak pernah bilang ini secara resmi, tapi banyak blogger merasakannya:
Artikel yang ditulis dengan emosi jujur lebih cepat diindeks.
Bukan emosi berlebihan.
Tapi kejujuran.
Artikel yang terasa seperti:
-
curhat
-
pengalaman
-
kegagalan
-
pelajaran pahit
-
cerita nyata
Google mungkin tidak punya hati, tapi ia membaca reaksi manusia.
_______________________________________________________________
Titik Balik Saya: Berhenti Mengejar Indeks, Mulai Menulis Seperti Manusia
Saat saya berhenti bertanya:
“Kenapa Google belum index?”
dan mulai bertanya:
“Kalau saya pembaca, apakah saya betah di artikel ini?”
Perlahan, status itu berubah.
Bukan karena trik.
Bukan karena submit ulang berulang kali.
Tapi karena tulisan saya mulai bernapas.
________________________________________________________________
Jika Kamu Sedang Diabaikan Google, Kamu Tidak Sendiri
Blog kamu tidak buruk.
Kamu bukan penulis gagal.
Kamu hanya terlalu ingin sempurna.
Kadang Google tidak butuh artikel paling rapi.
Ia butuh artikel yang terasa ditulis oleh manusia yang hidup.
Dan jika hari ini blogmu masih berstatus Crawled – Currently Not Indexed, mungkin itu bukan penolakan.
Mungkin Google cuma bilang:
“Coba ceritakan lebih jujur.
Saya ingin mengenalmu, bukan hanya topikmu.”
__________________________________________________________________


EmoticonEmoticon