![]() |
| Pengabdian Tanpa Batas Satgas TMMD 127 Kodim Brebes 1 |
Di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, pembangunan tidak hadir dengan kemewahan alat berat yang gemuruh sepanjang hari. Ia hadir melalui langkah-langkah tegap para prajurit dan derit roda angkong yang melintasi jalan berlumpur.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes menjadi bukti bahwa pengabdian tidak selalu berjalan di atas medan yang mudah. Musim hujan mengubah akses jalan menjadi licin dan sulit dilalui. Kendaraan pengangkut material tak mampu menembus titik pengecoran. Namun pekerjaan tidak berhenti.
Angkong sebagai Simbol Ketangguhan
Dalam kondisi tanah yang lembek dan medan sempit, solusi paling efektif justru datang dari alat sederhana: angkong dan gerobak dorong. Di tangan para personel Satgas TMMD dan warga setempat, alat itu menjadi simbol ketangguhan dan kerja bersama.
![]() |
| Pengabdian Tanpa Batas Satgas TMMD 127 Kodim Brebes 2 |
Kapten Infanteri Suwarno, Komandan Kompi Satuan Setingkat Kompi (Danki SSK) Satgas TMMD 127, turun langsung memimpin pengangkutan material. Tidak ada jarak antara komando dan pelaksanaan. Semua bergerak dalam irama yang sama: memastikan pembangunan terus berjalan.
“Hujan adalah tantangan, bukan hambatan,” tegasnya. Kalimat yang sederhana, namun menggambarkan mentalitas prajurit di lapangan.
Pengecoran jalan tersebut bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah akses kehidupan. Ketika jalan selesai, warga tidak lagi terisolasi saat musim hujan. Mobilitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan akan bergerak lebih lancar.
Berkah Ramadhan di Tengah Pembangunan
Kehadiran Satgas TMMD juga menghadirkan denyut ekonomi baru. Di bulan suci Ramadhan, para pedagang kecil di Desa Cikuya merasakan dampak langsung dari aktivitas pembangunan.
Ibu Saonah (50), penjual takjil dan es kelapa, merasakan peningkatan omzet yang signifikan. Para prajurit kerap mampir membeli minuman untuk berbuka puasa. Bagi beliau, TMMD bukan hanya tentang jalan yang dibangun, tetapi juga dapur yang tetap mengepul menjelang Idul Fitri.
![]() |
| Pengabdian Tanpa Batas Satgas TMMD 127 Kodim Brebes 3 |
Interaksi hangat antara prajurit dan warga menghadirkan suasana kekeluargaan. Percakapan sederhana di sela aktivitas berat menjadi pengikat emosional yang memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Pengabdian di Medan Ekstrem
Di tengah rimbunnya hutan Cikuya, suara alat kerja memecah kesunyian. Tanjakan curam, material berat, dan cuaca yang berubah drastis dari terik ke hujan deras menjadi bagian dari rutinitas harian.
Di bawah arahan Peltu Maulana sebagai Kepala Tukang, para anggota Satgas terus menjaga semangat. Setiap jengkal jalan yang terbuka adalah harapan baru bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
![]() |
| Pengabdian Tanpa Batas Satgas TMMD 127 Kodim Brebes 4 |
Jauh dari keluarga dan kenyamanan rumah, para prajurit memilih tinggal di lokasi, bekerja melampaui batas waktu normal. Pengorbanan itu dilakukan demi satu tujuan: menghadirkan pembangunan yang nyata di pelosok Brebes.
Harapan yang Tumbuh Bersama Jalan Baru
Senyum Ibu Iya (46), seorang petani lokal, menjadi gambaran dampak nyata pembangunan ini. Selama ini ia harus berjalan kaki menuju sawah, terutama saat musim hujan membuat akses sulit dilalui.
Dengan jalan yang tengah dibangun, ia membayangkan kemudahan baru dalam aktivitas sehari-hari. Harapan itu semakin terasa ketika cucunya, Lukas (4), dengan polos meminta foto bersama salah satu prajurit yang bekerja.
![]() |
| Pengabdian Tanpa Batas Satgas TMMD 127 Kodim Brebes 5 |
Momen sederhana tersebut mengandung makna besar. Pembangunan bukan hanya tentang beton dan aspal, tetapi tentang rasa aman, kedekatan, dan kepercayaan.
Lebih dari Sekadar Infrastruktur
Program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya menyentuh aspek fisik. Ia menghadirkan dampak berganda: memperlancar distribusi hasil bumi, membuka akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta menghidupkan ekonomi mikro masyarakat.
Di tengah lumpur dan hutan yang sunyi, pengabdian para prajurit menjadi bukti nyata bahwa negara hadir hingga ke pelosok. Keteguhan mereka memperlihatkan bahwa medan berat dan cuaca ekstrem tidak mampu menghentikan dedikasi.
Pada akhirnya, yang dibangun bukan hanya jalan. Yang dibangun adalah harapan.





EmoticonEmoticon