BREBES Expert160 | Kalau ada yang masih mikir program TMMD itu cuma soal cor jalan, angkat batu, dan aduk semen sampai otot bisep kenceng, fix kamu kurang update. Di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, program TMMD Reguler ke-127 yang digelar oleh Kodim 0713/Brebes justru tampil all in. Siang bangun infrastruktur, malam bangun iman, pagi sentuh kesehatan, siang berikutnya dengerin curhatan petani, terus mampir ke sekolah buat nyemangatin generasi masa depan. Lengkap, kayak paket hemat tapi isinya premium.
Malam Syahdu di Mushola Riyadhul Huda, TNI dan Warga Tadarus Bareng
Selasa malam (24/02/2026), suasana Mushola Riyadhul Huda, Desa Cikuya, berubah jadi adem banget. Setelah shalat Tarawih berjamaah, para personel Satgas TMMD gak langsung rebahan atau ngopi manis, tapi lanjut tadarus Al-Qur’an bareng warga. Prajurit dan masyarakat duduk sejajar, melantunkan ayat suci dengan khusyuk. Harmoninya dapet, vibes Ramadhan-nya dapet, silaturahminya apalagi.
Kegiatan tadarus ini dipimpin langsung oleh Serda Cakra Buana, salah satu anggota Satgas yang ternyata bukan cuma jago di lapangan, tapi juga punya kemampuan mumpuni dalam seni baca Al-Qur’an. “Kegiatan tadarus ini bukan sekadar mengisi waktu di bulan suci, tapi jadi sarana mempertebal iman dan mempererat silaturahmi. Di sini kami tidak hanya membangun jalan, tapi juga membangun kedekatan hati,” ujarnya.
Warga pun merasa bangga. Ternyata bapak-bapak TNI yang siangnya pegang cangkul dan alat berat, malamnya pegang mushaf dengan penuh ketenangan. Ini bukan sekadar simbol, tapi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat yang bukan cuma slogan tempel spanduk.
Komsos Hangat Usai Tarawih, Tokoh Agama Angkat Topi
Masih di malam yang sama, suasana akrab berlanjut lewat kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos). Para personel Satgas duduk melingkar bersama tokoh agama setempat, Bapak Abdul Hamid (65), Ketua Ta’mir Mushola Riyadhul Huda. Obrolannya santai, tapi isinya berbobot. Dari progres pembangunan sampai harapan warga, semua dibahas tanpa sekat.
“Kami sangat bersyukur dengan kehadiran bapak-bapak TNI di desa kami. Tidak hanya membangun jalan dan infrastruktur, mereka juga rajin ibadah dan sopan kepada orang tua,” ungkap Abdul Hamid.
Beliau juga mengapresiasi semangat prajurit yang tetap bekerja maksimal meski sedang menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, TMMD kali ini bukan cuma soal fisik, tapi juga membawa semangat gotong royong yang lebih kuat di tengah masyarakat. Instruksi dari Dansatgas TMMD Reguler ke-127 memang jelas: kemanunggalan TNI dan rakyat harus terasa sampai ke hati, bukan cuma di laporan kegiatan.
Posyandu Ibu Hamil, Bangun Generasi Sehat Sejak Dalam Kandungan
TMMD di Cikuya juga menyentuh sektor kesehatan. Pada hari yang sama, digelar kegiatan Posyandu khusus ibu hamil dengan tema “Aktivitas Fisik bagi Ibu Hamil”. Puluhan ibu hamil hadir dengan antusias, membuktikan bahwa pembangunan desa gak bisa cuma soal jalan, tapi juga soal kualitas manusia.
Narasumber utama, Ibu Siti Maryam, Amd.Kep (43), Bidan Desa Cikuya, menjelaskan bahwa kehamilan bukan alasan untuk mager total. “Ibu hamil tetap perlu aktivitas fisik terukur agar persalinan berjalan lancar dan tubuh tetap bugar, tentu dengan memperhatikan batasan medis,” jelasnya.
Para peserta diajarkan teknik pernapasan dan gerakan ringan untuk mengurangi nyeri punggung serta kaki bengkak. Kegiatan ini turut didampingi Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman, sebagai bentuk dukungan TNI terhadap program penurunan stunting dan peningkatan kesehatan ibu serta anak.
Pesannya jelas: jalan desa boleh mulus, tapi generasi penerus juga harus sehat dan kuat. Kalau dua-duanya jalan bareng, desa bisa naik level tanpa drama.
Curhat Petani Jagung, Harap Ada Penyuluhan Soal Hama dan Pupuk
Di sisi lain, suara petani juga gak luput dari perhatian. Anto (40), petani jagung Desa Cikuya, menyampaikan keluh kesahnya kepada Serda Suyatno dari Koramil 14/Banjarharjo. Tahun ini panennya kurang maksimal akibat serangan penyakit bule (downy mildew) yang bikin daun jagung memutih dan pertumbuhan terhambat.
“Pak, kami butuh penyuluhan cara tanam jagung yang benar. Hampir semua kena penyakit bule,” keluh Anto dengan wajah serius.
Ia juga menyoroti kurangnya pemahaman soal penggunaan pupuk yang efektif. Harapannya, melalui momentum TMMD, bisa dihadirkan penyuluhan pertanian agar ke depan petani gak lagi tekor gara-gara salah langkah.
Serda Suyatno mencatat aspirasi tersebut dan berjanji akan mengomunikasikannya ke komando atas serta dinas terkait. Karena tujuan TMMD bukan cuma membangun akses jalan, tapi juga meningkatkan kesejahteraan warga. Jalan bagus + hasil panen melimpah = ekonomi desa ikut terdongkrak. Logikanya sederhana, tapi dampaknya luar biasa.
Babinsa Masuk Sekolah, Cerita, Motivasi, dan Tawa Pecah
Suasana beda terasa di SD Negeri Cikuya 01. Koptu Hendra, Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, hadir bukan dengan wajah galak ala film laga, tapi dengan pendekatan cerita dan dialog interaktif. Anak-anak duduk melingkar, mendengarkan kisah perjuangan, pentingnya disiplin, cinta tanah air, dan semangat belajar.
“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Kami ingin mereka tahu bahwa TNI adalah sahabat mereka,” ujar Koptu Hendra.
Beberapa kali tawa pecah saat sesi tanya jawab. Anak-anak gak canggung, malah makin semangat. Kepala sekolah pun mengapresiasi kegiatan ini karena memberi warna baru dalam proses belajar mengajar. Di sinilah “pembangunan manusia” benar-benar terasa. Bukan cuma teori, tapi interaksi langsung yang membekas.
TMMD Cikuya, Paket Lengkap Fisik dan Non-Fisik
Rangkaian kegiatan di Desa Cikuya menunjukkan bahwa TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes bukan program setengah hati. Dari tadarus malam yang syahdu, komsos hangat dengan tokoh agama, edukasi kesehatan ibu hamil, respons cepat terhadap aspirasi petani, sampai motivasi untuk siswa sekolah dasar, semuanya menyatu dalam satu misi: membangun desa secara utuh.
Karena sejatinya pembangunan itu bukan cuma soal beton dan aspal, tapi juga iman, ilmu, kesehatan, pertanian, dan semangat generasi muda. Di Cikuya, semuanya dirajut bareng-bareng. Dan kalau sinergi ini terus dijaga, bukan cuma jalan yang jadi lurus, masa depan desa pun ikut cerah.
EmoticonEmoticon