Thank you for your visit. Support PISBON™ Group PayPal or Socialbuzz and Saweria

Kenapa Hidup Terasa Cepat Setelah Umur 30

Waktu kecil, satu tahun terasa panjang banget. Nunggu ulang tahun saja rasanya seperti menunggu musim hujan datang ke gurun. Tapi anehnya, setelah umur lewat 30, tiba-tiba satu tahun terasa seperti bulan lewat di kalender.

Kemarin rasanya baru tahun baru, tahu-tahu sudah mau akhir tahun lagi. Kadang sampai mikir, ini kalender dipercepat siapa sebenarnya?

Rutinitas Membuat Waktu Terasa Lebih Cepat

Salah satu alasan hidup terasa cepat adalah rutinitas. Ketika hari-hari kita hampir sama, otak tidak mencatat banyak peristiwa baru.

Akibatnya waktu terasa seperti dipercepat. Bangun pagi, kerja, makan, tidur, ulang lagi. Lama-lama hidup terasa seperti playlist lagu yang diputar ulang.

Hari Baru Tapi Ceritanya Mirip

Dulu waktu masih sekolah atau kuliah, hampir setiap hari ada pengalaman baru. Teman baru, tempat baru, masalah baru juga tentu saja.

Sekarang banyak hari yang berjalan mirip. Otak jadi tidak terlalu menyimpan detail, sehingga ketika kita melihat ke belakang, rasanya waktu berjalan sangat cepat.

Tanggung Jawab Hidup Semakin Banyak

Semakin dewasa, semakin banyak hal yang harus dipikirkan. Pekerjaan, keluarga, kesehatan, keuangan, sampai hal-hal kecil yang dulu tidak pernah dipikirkan.

Karena fokus kita terbagi ke banyak hal, waktu terasa seperti berlalu begitu saja tanpa sempat benar-benar dinikmati.

Waktu Luang Jadi Barang Langka

Dulu kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk ngobrol atau bermain tanpa merasa bersalah.

Sekarang kadang duduk santai lima belas menit saja sudah merasa seperti sedang mencuri waktu dari daftar tugas hidup.

Otak Kita Mengukur Waktu Secara Berbeda

Ada penjelasan sederhana dari cara otak memandang waktu. Ketika kita masih kecil, satu tahun adalah bagian besar dari hidup kita.

Tapi ketika umur sudah 30 tahun lebih, satu tahun hanya sebagian kecil dari perjalanan hidup. Secara psikologis, waktu terasa lebih pendek.

Persentase Waktu Dalam Hidup

Bagi anak umur 10 tahun, satu tahun itu sepuluh persen dari hidupnya. Lumayan besar.

Tapi bagi orang umur 30, satu tahun hanya sekitar tiga persen dari hidupnya. Otak kita akhirnya merasakan waktu berjalan lebih cepat.

Kesimpulan Santai Dari Meja Warkop

Kalau hidup terasa semakin cepat setelah umur 30, sebenarnya itu normal. Bukan karena waktu berubah, tapi karena cara kita menjalaninya berbeda.

Mungkin pelajaran pentingnya sederhana. Jangan terlalu sibuk sampai lupa menikmati momen kecil dalam hidup.

Karena kalau semua hari hanya terasa seperti rutinitas, tiba-tiba kita akan sadar bahwa banyak waktu sudah lewat begitu saja.

Menurut lo gimana? Apakah hidup memang terasa lebih cepat setelah umur 30? Atau justru lo merasa waktu berjalan biasa saja? Coba tulis pendapat lo di kolom komentar.

Kalau lo suka artikel refleksi santai seperti ini, lo juga bisa baca topik teknologi unik di Pisbon Computer ArtWork atau cerita otomotif dan penerbangan di Pisbon AutoCraft.

Artikel Terkait

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon