Beberapa waktu lalu, seorang teman bertanya kepada saya, "Apa kabar?" Saya menjawab seperti kebanyakan orang dewasa pada umumnya: "Baik."
Jawaban itu keluar begitu saja, otomatis, cepat, dan terdengar meyakinkan. Padahal, setelah dipikir-pikir lagi, saya sendiri tidak yakin apakah saya benar-benar sedang baik-baik saja.
Mungkin kita semua pernah berada di titik itu. Titik ketika kita terlalu lelah untuk menjelaskan apa yang sebenarnya kita rasakan, sehingga memilih jawaban paling aman: "Aku baik."
Lucunya, semakin bertambah usia, semakin kita ahli menyembunyikan rasa lelah.
Kita Belajar Menjadi Kuat, Tetapi Lupa Cara Mengaku Lelah
Sejak kecil, kita diajarkan untuk menjadi kuat. Jangan mudah menyerah. Jangan terlalu banyak mengeluh. Jangan membuat orang lain khawatir.
Nasihat itu tidak salah. Namun, tanpa sadar, banyak dari kita tumbuh menjadi orang yang sangat pandai menahan semuanya sendirian.
Kita tersenyum saat bekerja, bercanda saat berkumpul, dan tertawa saat bertemu teman. Tetapi ketika malam tiba dan suasana mulai sepi, kita baru sadar bahwa ada banyak hal yang selama ini kita pendam.
Dan ternyata, yang paling melelahkan bukanlah pekerjaan, bukan juga kesibukan, melainkan usaha untuk terus terlihat kuat.
Ada Lelah yang Tidak Bisa Disembuhkan dengan Tidur
Dulu saya berpikir bahwa semua rasa lelah bisa hilang dengan tidur cukup. Sampai akhirnya saya menemukan jenis lelah yang berbeda.
Lelah karena memikirkan masa depan. Lelah karena membandingkan diri dengan orang lain. Lelah karena merasa tertinggal. Lelah karena terus bertanya apakah semua yang sedang dijalani ini benar-benar akan membawa kita ke tempat yang kita inginkan.
Ironisnya, semakin kita berusaha melupakan rasa lelah itu, semakin sering ia datang mengetuk pikiran kita saat lampu kamar sudah dimatikan.
Media Sosial Membuat Kita Merasa Semua Orang Sedang Menang
Setiap hari kita melihat orang lain mendapatkan pekerjaan baru, membeli rumah, menikah, berlibur, membangun bisnis, dan terlihat sangat bahagia.
Sementara itu, kita sedang duduk di kamar sambil menghitung apakah saldo rekening masih cukup sampai akhir bulan.
Kita tahu bahwa media sosial hanyalah potongan kecil kehidupan seseorang. Namun, entah mengapa, hati kita tetap saja sering merasa tertinggal.
Mungkin karena manusia memang tidak terlalu pandai membandingkan perjuangannya sendiri dengan pencapaian orang lain.
Tidak Semua Orang yang Tertawa Sedang Bahagia
Semakin dewasa, saya semakin memahami bahwa banyak orang yang terlihat baik-baik saja sebenarnya sedang berjuang keras.
Ada yang tertawa sambil menyimpan kesedihan. Ada yang tetap bekerja meskipun sedang kehilangan harapan. Ada yang terus membantu orang lain, padahal dirinya sendiri sedang membutuhkan pertolongan.
Mungkin itulah alasan mengapa kita seharusnya lebih berhati-hati dalam memperlakukan orang lain. Karena kita tidak pernah benar-benar tahu beban apa yang sedang mereka bawa.
Beristirahat Bukan Berarti Menyerah
Salah satu pelajaran paling sulit yang saya pelajari adalah memahami bahwa beristirahat bukan berarti kalah.
Tidak apa-apa jika hari ini Anda tidak seproduktif biasanya. Tidak apa-apa jika Anda membutuhkan waktu untuk diam. Tidak apa-apa jika Anda harus berhenti sejenak untuk mengumpulkan tenaga.
Karena bahkan mesin yang paling canggih sekalipun membutuhkan waktu untuk didinginkan. Apalagi hati manusia.
Suatu Hari, Kita Akan Berterima Kasih pada Diri Sendiri
Mungkin hari ini hidup masih terasa berat. Mungkin masih banyak hal yang belum berhasil kita capai. Mungkin kita masih sering merasa gagal.
Namun, saya percaya bahwa suatu hari nanti, kita akan melihat ke belakang dan berterima kasih kepada diri sendiri karena memilih untuk tetap bertahan.
Bukan karena kita selalu kuat. Bukan karena kita tidak pernah menangis. Tetapi karena di tengah semua rasa lelah itu, kita tetap memilih untuk melanjutkan hidup.
Penutup
Jika hari ini Anda merasa lelah, mungkin Anda tidak perlu memaksa diri untuk terlihat baik-baik saja.
Karena menjadi manusia bukan berarti harus selalu kuat. Menjadi manusia berarti berani mengakui bahwa terkadang kita juga rapuh.
Dan siapa tahu, mungkin setelah membaca tulisan ini, Anda akan sedikit lebih baik kepada diri sendiri.
Sebab setelah dipikir-pikir, orang yang paling lama menemani kita sepanjang hidup ternyata bukan siapa-siapa.
Melainkan diri kita sendiri.
Baca juga perkembangan teknologi masa depan di Pisbon Aviation.
Temukan inovasi kendaraan masa depan di Pisbon Automotive.
Lihat berbagai analisis dan riset menarik di Pisbon Research.

EmoticonEmoticon