![]() |
| Settings and HDR results in DaVinci Resolve and CapCut 1 |
Ketika Satu Aplikasi Mengajak Kamu Berpikir, dan Satunya Mengajak Kamu Cepat Selesai
HDR atau High Dynamic Range sering dianggap sebagai fitur ajaib yang bisa menyulap video biasa menjadi tampak mahal, sinematik, dan “wah”. Padahal dalam praktiknya, HDR lebih mirip pisau dapur profesional. Di tangan yang tepat, hasilnya rapi dan elegan. Di tangan yang salah, bisa berantakan dan melukai diri sendiri.
Di dunia editing video hari ini, ada dua pendekatan ekstrem dalam mengelola HDR.
Yang pertama diwakili oleh DaVinci Resolve, aplikasi yang memperlakukan warna seperti filsafat.
Yang kedua adalah CapCut, aplikasi yang memperlakukan warna seperti sahabat baik yang tidak suka ribet.
Keduanya sama-sama bisa menghasilkan HDR.
Tapi cara berpikirnya sangat berbeda.
HDR dalam Dunia Nyata (Bukan Versi Brosur)
HDR bukan tentang membuat video lebih terang dari matahari jam 12 siang.
HDR adalah tentang menyimpan detail di area gelap dan terang secara bersamaan.
Dengan HDR yang benar:
-
Langit tidak pecah
-
Wajah manusia tetap terlihat manusia
-
Lampu malam tidak menyilaukan mata
-
Video terasa “punya ruang”
Masalahnya, HDR juga bisa dengan mudah berubah menjadi:
-
Terang berlebihan
-
Warna terlalu agresif
-
Kulit terlihat plastik
-
Mata penonton lelah tapi tidak tahu kenapa
Dan di sinilah perbedaan DaVinci Resolve dan CapCut mulai terasa.
![]() |
| Settings and HDR results in DaVinci Resolve and CapCu 2 |
Cara Kerja HDR di DaVinci Resolve
HDR Sebagai Ilmu, Bukan Sekadar Efek
DaVinci Resolve memperlakukan HDR seperti sistem warna yang serius.
Aplikasi ini tidak mengasumsikan apa pun tentang footage kamu. Semuanya harus kamu putuskan sendiri.
Proses setting HDR di DaVinci Resolve biasanya melibatkan:
-
Color Management
-
Wide Gamut
-
HDR Processing Mode
-
Nits dan luminance target
-
HDR Wheels
-
Scopes
-
Metadata output
Artinya, sebelum gambar terlihat indah, kamu harus:
-
Mengerti apa itu PQ dan HLG
-
Tahu perbedaan SDR dan HDR
-
Paham bagaimana cahaya bekerja
DaVinci Resolve tidak memanjakan, tapi jujur.
Kalau hasilnya jelek, itu karena setingmu salah — bukan karena aplikasinya.
Cara Kerja HDR di CapCut
HDR Sebagai Fitur, Bukan Filosofi
CapCut mengambil pendekatan yang sangat berbeda.
HDR di CapCut lebih mirip preset pintar yang sudah dipikirkan sebelumnya.
Kamu cukup:
-
Import video
-
Aktifkan HDR
-
Pilih style
-
Geser slider
-
Selesai
CapCut tidak bertanya:
-
Output mau ke mana
-
Target nits berapa
-
Gamut apa yang kamu gunakan
CapCut mengasumsikan:
“Mayoritas pengguna ingin hasil cepat dan aman.”
Hasilnya konsisten, terlihat hidup, dan siap unggah.
Tapi juga sulit untuk benar-benar personal.
Tabel Perbandingan HDR
DaVinci Resolve vs CapCut (Versi Jujur)
| Aspek Penilaian | DaVinci Resolve | CapCut |
|---|---|---|
| Filosofi HDR | Sistem warna profesional | Fitur otomatis |
| Kemudahan Penggunaan | Rumit | Sangat mudah |
| Kontrol Warna | Sangat detail | Terbatas |
| HDR Cinematic | Sangat kuat | Kurang fleksibel |
| Presisi Highlight | Tinggi | Aman tapi umum |
| Pengaturan Nits | Manual & presisi | Otomatis |
| Konsistensi Output | Bergantung skill | Stabil |
| Beban Hardware | Berat | Ringan |
| Cocok untuk Pemula | Tidak | Sangat |
| Cocok untuk Profesional | Sangat | Kurang |
| Rasa Saat Editing | Seperti colorist | Seperti konten kreator |
Soal Hardware dan Mental Editor
HDR di DaVinci Resolve akan:
-
Menguras GPU
-
Menguji kesabaran
-
Memaksa kamu belajar
HDR di CapCut akan:
-
Jalan di laptop biasa
-
Aman untuk kerja cepat
-
Tidak bikin pusing
Ini bukan soal mana yang lebih hebat.
Ini soal berapa banyak energi hidup yang mau kamu korbankan untuk warna.
Kesimpulan Ala Expert160
HDR yang baik bukan yang paling terang,
bukan yang paling tajam,
dan bukan yang paling mencolok.
HDR yang baik adalah yang:
-
Tidak terasa berlebihan
-
Tidak menyakiti mata
-
Tidak memamerkan diri
DaVinci Resolve cocok untuk mereka yang ingin mengerti cahaya.
CapCut cocok untuk mereka yang ingin menyelesaikan pekerjaan dengan tenang.


EmoticonEmoticon