Target Ekonomi 8% Prabowo Terancam? Benix Bongkar Skandal "Banker Pemalas" & 618 Triliun yang Parkir!

Benix Bongkar Skandal "Banker Pemalas"

Waduh, narasinya benar-benar "gaspol" ya! Ini level dramanya sudah bukan lagi drakor, tapi sudah sekelas thriller politik ekonomi. Benar-benar narasi yang berani dan bikin mata melek meskipun lagi ngantuk.

Video dari channel Bennix yang berjudul "NEGARA DIKHIANATI!! 200 Triliun PURBAYA LENYAP!! Target Ekonomi 8% TERANCAM GAGAL??" ini memang lagi hangat dibahas karena membahas isu sensitif soal likuiditas perbankan dan target pertumbuhan ekonomi era Prabowo.

Negara Dikhianati? Di Balik Marahnya Purbaya Sadewa Soal Dana SBN & SRBI yang Mencekik UMKM

Gila, Ngeri Banget! Prabowo Sedang Dikerjain? Indonesia punya cita-cita mulia untuk menyejahterakan rakyat dengan target pertumbuhan GDP 8%. Tapi, benarkah ada "pengkhianat" struktural yang membuat uang rakyat justru berputar di langit dan tidak turun ke bumi?

Dalam ulasan terbaru Bennix, terungkap sebuah fakta mengejutkan mengenai ketidaksinkronan kebijakan antara Pemerintah Eksekutif dan Bank Sentral. Di saat Pemerintah ingin "gaspol" ekonomi, likuiditas di bawah justru terasa kering kerontang.

Poin-Poin Utama yang Harus Kamu Tahu:

  • Marahnya Purbaya Sadewa: Menteri Purbaya Sadewa dikabarkan sewot karena dana perbankan yang seharusnya mengalir jadi kredit, justru numpuk di SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia). Per November 2025, angkanya mencapai 618 Triliun!

  • Banker Pemalas vs Sektor Riil: Banker kita lebih memilih skenario aman dengan menabung uang pajak rakyat ke SBN (Surat Berharga Negara) atau SRBI. Bayangkan, cukup duduk manis (ongkang-ongkang kaki), mereka dapat bunga 4,7% - 5,4% tanpa risiko. Sementara kalau dipinjamkan ke UMKM? Mereka harus kerja keras dengan risiko macet. Akhirnya, kredit UMKM kita "stunting" cuma tumbuh 7%.

  • Belajar dari Nyali Vietnam: Vietnam sudah berhasil mewujudkan ekonomi 8%. Rahasianya? Bank Sentral mereka setia pada visi negara. Bunga kredit di sana cuma 1% - 2%! Di Indonesia? Kita dipaksa bayar bunga 12% - 13%. Bagaimana UMKM mau naik kelas kalau bunganya mencekik?

  • Bahaya Crowding Out: Ribuan triliun parkir di Bank Sentral membuat sektor riil (konveksi, wartek, rental mobil) kehilangan akses modal. Kalau ini dibiarkan, pengangguran terselubung akan meledak dan daya beli masyarakat hancur.

Kesimpulan: Ekonomi 8% bukan mustahil, asalkan Bank Sentral mau mereformasi diri dan setia pada Republik, bukan pada "Patung Liberty" atau elit global. Suku bunga dasar kredit harus turun di bawah 5% agar investasi meledak dan lapangan kerja terbuka lebar.

Tonton Selengkapnya di Video Berikut:

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon